Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia atau lebih dikenal dengan nama IP-KI adalah Organisasi Kemasyarakatan sebagai wadah persatuan dan kesatuan  bangsa yang  independen, terbuka dan non-politik praktis yang mengamalkan dan mengamankan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Organisasi ini didirikan di Tugu Bogor, Jawa Barat pada tanggal 20 Mei 1954. Para tokoh pemrakarsa di antaranya adalah Kolonel AH Nasution, Kol Gatot Subroto, Kol Aziz Saleh, dan lainnya.

IP-KI bertujuan memasyarakatkan  ideologi Pancasila ke dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara guna diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara demi terwujudnya tujuan nasional sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Selain itu, IP-KI juga menempuh tujuan untuk melestarikan Jiwa, Semangat Proklamasi, nilai luhur Pancasila dan Pembukaan UUD  1945  dengan mendukung,  membela,  mempertahankan  dan mengisi kemerdekaan Indonesia serta berpegang teguh kepada Bhinneka Tunggal Ika.

Dengan motto organisasi, “Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang”, IP-KI memiliki tekad untuk mendukung dan membela Kemerdekaan Indonesia dengan pembangunan yang berkesinambungan.

Transformasi Sinergi IP-KI Membangun Negeri

IP-KI sebagai wadah perjuangan para pendukung, para pembela serta para penegak dan pengisi kemerdekaan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945, telah tumbuh dan berkembang mengikuti lika-liku perjuangan yang sarat dengan tantangan dan hambatan, di samping keberhasilan-keberhasilan.

Teruskan Perjuangan, Mengisi Kemerdekaan, dengan Pembangunan yang Tiada Tanpa Tantangan, Tiada Tanpa Pengorbanan, dan Tiada Mengenal Akhir. Semoga ALLAH SWT senantiasa melimpahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kita sekalian, dalam kita melanjutkan pengabdian kepada nusa, bangsa, dan tanah air Indonesia tercinta ini. Amin.

“IP-KI harus senantiasa mampu menempatkan diri sebagai wadah kumpulan pemilih yang dapat menjadi pendengar dan penyalur aspirasi segenap anak bangsa dan perajut segala perbedaan yang ada. Dengan semangat cinta tanah air kita dapat menghilangkan semua perbedaan suku, perbedaan kekayaan, perbedaan agama, dan lain sebagainya. Junjung tinggi dan amalkan motto IP-KI: SEKALI LAYAR TERKEMBANG, SURUT KITA BERPANTANG”

Bambang Sulistomo

Ketua Dewan Pembina IP-KI


Warta IP-KI

Perguruan Tinggi Solusi Penanggulangan Kemiskinan

Terakhir saya menjalani dunia aktivitas kemahasiswaan 1 dekade lalu, inspirasi  tentang Nurani Yang Berpihak datang...

Pembentukan Hukum dalam Hiruk-Pikuk Politik Tidak Sehat

01 Oktober 2023 bisa dibilang bukan saja diperingati sebagai hari Kesaktian Pancasila, namun bisa menjadi...

PDRI dan Hari Bela Negara

Pada tanggal 19 Desember 1948, terjadi serangan militer Belanda menduduki ibukota Republik Indonesia Yogyakarta. Melalui...

Jenderal Abdul Haris Nasution, Menegakkan Keadilan dan Kebenaran Sebagai Panji Tertinggi

Jenderal Besar TNI (Purn) Dr. H. Abdul Haris Nasution atau akrab disapa Pak Nas adalah...

Balonku Ada Lima

Balonku ada lima adalah judul lagu anak-anak diciptakan oleh AT Mahmud mulai dipopulerkan pada tahun...